Jurnal Perempuan

Jurnal Perempuan is a quarterly interdisciplinary publication in the English language and Bahasa Indonesia circulating original ideas in gender studies. JP invites critical reflection on the theory and practice of feminism in the social, political, and economic contexts of the Indonesian society. We are committed to exploring gender in its multiple forms and interrelationships.

The journal encourages practical, theoretically sound, and (when relevant) empirically rigorous manuscripts that address real-world implications of the gender gap in Indonesiancontexts. Topics related to feminism can include (but are not limited to): sexuality, LGBT questions, trafficking, ecology, public policy, sustainability and environment, human and labour rights/issues, governance, accountability and transparency, globalisation, as well as ethics, and specific issues related to gender study, such as diversity, poverty, and education.

Announcements

 

Call For Paper: JP 103 Perempuan Perdesaan

 
Pengantar Masalah 
Di negara berkembang, perempuan yang tinggal di daerah perdesaan mewakili sekitar 43% dari tenaga kerja di sektor pertanian (UN Women). Dengan demikian perempuan perdesaan memiliki kontribusi penting dalam memastikan keamanan pangan keluarga dan komunitas serta memperkuat perekonomian negara. Meskipun memiliki peran besar, namun perempuan perdesaan masih menghadapi diskriminasi terkait budaya dan norma sosial yang membuat mereka berada dalam situasi rentan dan buruk.
 
Data yang ada menunjukkan kurang dari 13% pemilik lahan pertanian adalah perempuan (UN Women 2018). Sementara itu rumah tangga yang dikepalai perempuan perdesaan memiliki akses yang lebih terbatas dibandingkan rumah tangga yang dikepalai laki-laki terhadap dalam  mengakses layanan produktif yang dibutuhkan oleh masyarakat perdesaan seperti pupuk, ternak, peralatan, varietas unggul, layanan penyuluhan dan pelatihan pertanian (FAO 2011). Di banyak negara perempuan perdesaan yang bekerja untuk mendapatkan upah lebih mungkin untuk bekerja musiman, paruh waktu dan mendapatkan upah yang rendah dibandingkan laki-laki (FAO 2011).
 
Desa-desa di Indonesia saat ini rentan terhadap gempuran eksploitasi. Desa menjadi arena ekspansi modal seperti pertanian skala luas, perkebunan, kehutanan, perikanan, pertambangan maupun pengavelingan pesisir dan laut. Akibatnya kerusakan lingkungan hidup perdesaan semakin cepat dan meluas. Desa mengalami krisis sosial dan ekologis. Situasi ini semakin parah dengan adanya krisis iklim yang dampaknya dirasakan langsung oleh petani dan nelayan. Dalam situasi krisis semacam ini, perempuan menjadi kelompok yang paling rentan.
 
Posted: 2019-09-09 More...
 
More Announcements...

Vol 24, No 3 (2019): Women and Health

Open Access Open Access  Restricted Access Subscription or Fee Access

Table of Contents

Editorial

Women and Health
Anita Dhewy
PDF

Articles

Inang Winarso, Ressa Ria Lestari
PDF
165-176
Evania Putri Rifyana
PDF
177-192
Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari, Catherina Frisca Yaniariyani
PDF
193-204
Saskia Wieringa
PDF
205-219
Abby Gina Boangmanalu, Atnike Nova Sigiro
PDF
221-232
Dyan Widyaningsih, Elza Samantha Elmira, Andi Misbahul Pratiwi
PDF
233-246
Dewi Komalasari, Jane Daniels
PDF
247-258
Herna Lestari, Atnike Nova Sigiro
PDF
259-273
Dina Lumbantobing, Sita Van Bemmelen, Andi Misbahul Pratiwi, Anita Dhewy
PDF
275-288