Jurnal Perempuan

Jurnal Perempuan (JP) is an quarterly interdisciplinary scientific journal in the English language and Bahasa Indonesia circulating original ideas in gender studies. JP invites critical reflection on the theory and practice of feminism in the social, political, and economic contexts of the Indonesian society. We are committed to exploring gender in its multiple forms and interrelationships.The journal encourages practical, theoretically sound, and (when relevant) empirically rigorous manuscripts that address real-world implications of the gender gap in Indonesian contexts.
Topics related to feminism can include (but are not limited to): sexuality, trafficking, ecology, public policy, sustainability and environment, human and labour rights/issues, governance, accountability and transparency, globalisation, as well as ethics, and specific issues related to gender study, such as diversity, poverty, and education.

JP is published by YAYASAN JURNAL PEREMPUAN (YJP) that has been issuing the first Indonesian feminist journal since 1996.

Jurnal Perempuan indexed by:

 

Announcements

 

Call For Paper: JP 103 Perempuan Perdesaan

 
Pengantar Masalah 
Di negara berkembang, perempuan yang tinggal di daerah perdesaan mewakili sekitar 43% dari tenaga kerja di sektor pertanian (UN Women). Dengan demikian perempuan perdesaan memiliki kontribusi penting dalam memastikan keamanan pangan keluarga dan komunitas serta memperkuat perekonomian negara. Meskipun memiliki peran besar, namun perempuan perdesaan masih menghadapi diskriminasi terkait budaya dan norma sosial yang membuat mereka berada dalam situasi rentan dan buruk.
 
Data yang ada menunjukkan kurang dari 13% pemilik lahan pertanian adalah perempuan (UN Women 2018). Sementara itu rumah tangga yang dikepalai perempuan perdesaan memiliki akses yang lebih terbatas dibandingkan rumah tangga yang dikepalai laki-laki terhadap dalam  mengakses layanan produktif yang dibutuhkan oleh masyarakat perdesaan seperti pupuk, ternak, peralatan, varietas unggul, layanan penyuluhan dan pelatihan pertanian (FAO 2011). Di banyak negara perempuan perdesaan yang bekerja untuk mendapatkan upah lebih mungkin untuk bekerja musiman, paruh waktu dan mendapatkan upah yang rendah dibandingkan laki-laki (FAO 2011).
 
Desa-desa di Indonesia saat ini rentan terhadap gempuran eksploitasi. Desa menjadi arena ekspansi modal seperti pertanian skala luas, perkebunan, kehutanan, perikanan, pertambangan maupun pengavelingan pesisir dan laut. Akibatnya kerusakan lingkungan hidup perdesaan semakin cepat dan meluas. Desa mengalami krisis sosial dan ekologis. Situasi ini semakin parah dengan adanya krisis iklim yang dampaknya dirasakan langsung oleh petani dan nelayan. Dalam situasi krisis semacam ini, perempuan menjadi kelompok yang paling rentan.
 
Posted: 2019-09-09 More...
 

Vol 24, No 4 (2019): Rural Women's Agency

Open Access Open Access  Restricted Access Subscription or Fee Access

Table of Contents

Editorial

Rural Women's Agency
Atnike Nova Sigiro
iii

Articles

Iwan Nurdin, Julian Aldrin Pasha
289-297
Hatib Abdul Kadir, Gilang Mahadika
299-310
Abdullah Abdul Muthaleb
311-320
Titiek Kartika Hendrastiti, Pramasti Ayu Kusdinar
321-333
Catharina Indirastuti, Andi Misbahul Pratiwi
335-349
Dewi Komalasari
351-361
Andi Misbahul Pratiwi, Abby Gina Boangmanalu
363-375